Citra Kuasa sebagai CEO yang Menyamar

Sumber: youtube.com/watch?v=prgrfbZXqCg
Demam drachin tampaknya menjangkit anak-anak ini dengan menjual yang mereka percaya sebagai batu giok ke toko emas. Terobsesi pengen jadi CEO kayaknya.
Beberapa serial drachin menceritakan kisah CEO yang menyamar. Di sekitarku, sudah sering jadi bahan candaan yang dialamatkan ke orang yang tampak hidup sederhana, “Jangan-jangan kamu CEO yang menyamar ya?”
Kurasa kisah di beberapa drachin memberikan gambaran betapa idealnya hidup sebagai CEO. Seorang CEO dipandang punya kekayaan, kekuasaan, punya banyak anak buah, dan sebagainya.
Di dunia nyata, menurut pengamatanku sebagai Job Hopper yang pernah kerja di beberapa perusahaan dari level Startup, Corporate, sampai Multinational, bisa bilang kalau jadi CEO itu “ga enak”, ga semanis di drachin-drachin.
CEO, apalagi yang mulai dari startup, itu adalah General Rounder yang handle cakupan kerja semua departemen: produksi, sales-marketing, finance, HR. Ada salah satu CEO yang aku pernah kerja dengan beliau, di awal ya beliau yang ngerjain marketing & sales, plus juga ngerjain packing dan jadi kurir. Ya, sebuah fase yang orang-orang ga lihat karena orang-orang lebih menyadari adanya hasil daripada proses yang panjang, penuh kerja keras.
CEO pun tidak sepenuhnya bebas punya kontrol ini-tu. Secara struktur, baik langsung maupun tidak langsung, CEO juga “diatur” oleh komisaris, pemegang saham, kondisi atau tren market, hak-hak karyawan, Undang-Undang terkait Badan Usaha dan Ketenagakerjaan, kebijakan pajak, dll. (termasuk “entitas-entitas” dari dalam masyarakat yang minta kerjaan dan “uang keamanan”?).
Aku juga mengamati, bagaimana CEO pernah dimarah-marahin anak buah, bahkan ada yang kesannya dimanfaatin anak buah, dilaporin ke Dinas Ketenagakerjaan, dilaporin ke pengadilan gara-gara ulah anak buahnya dengan tuntutan ganti rugi nan fantastis.
Ya begitulah, kehidupan real CEO tidaklah seindah di drachin. Drachin-drachin itu mencitrakan bahwa CEO memiliki kekuasaan yang sangat besar. Tidak hanya kaya raya, punya perusahaan besar, punya pasangan cantik, tapi juga kemampuan menundukkan orang-orang yang pernah mempermalukannya saat sedang menyamar.
Nyatanya, kehidupan CEO sangatlah keras, terlebih masih banyak entitas yang “mengatur” dirinya. Mereka juga tidak punya daya kontrol sebesar yang diceritakan.
Cukup jadikan drachin-drachin itu sebagai hiburan dan imajinasi mengasyikkan sesaat di kala rehat dan penat. Setelah itu harus sadar lagi bahwa hidup di negara ini sekeras itu, yang kalaupun mau jadi CEO harus siap dengan segala konsekuensi yang bersinggungan dengan perundang-undangan, pajak, perilaku & daya beli masyarakat, hak bahkan tuntutan anak buah, hingga “entitas” dari dalam masyarakat sekitar, dll.